Tampilkan postingan dengan label Terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terkini. Tampilkan semua postingan

AC Milan Akhirnya Memetik Kemenangan

AC Milan susah payah mengalahkan Torino. Rossoneri baru bisa memastikan kemenangannya di menit ke-84 melalui penyerang andalannya, Mario Balotelli.

Di San Siro, Minggu (5/5/2013) malam ini, Milan tidak tampil dengan skuat terbaiknya dikarenakan cederanya beberapa pemain seperti Ri
ccardo Montolivo, Bojan Krkic dan Massimo Ambrossini.

Pada pertandingan itu, Milan lebih dominan. Statistik ESPN menunjukkan bahwa pasukan Massimiliano Allegri itu memiliki 58% penguasaan bola dengan total 20 upaya tapi hanya enam saja yang mengarah ke gawang.

Di kubu lawan, Torino memiliki 42% penguasaan bola dengan total delapan upaya dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Dengan kemenangan ini, Milan mengoleksi 65 poin hasil 35 pertandingan, terpaut empat angka dari Napoli di urutan dua dan unggul dua angka dari Fiorentina. Sedangkan Torino tidak beranjak dari posisi 16 dengan 36 poin.

Sumber : Detik
Read more >>

Pernahkah Anda Menemukan Anaconda Sebesar ini ?

Anaconda adalah ular raksasa yang sering dikisahkan dalam film. Namun, benarkah ukurannya sebesar ini? Seorang penyelam Swiss, Franco Banfi, telah membuktikannya sendiri ketika bepergian ke daerah Mato Grosso di Brasil. Derah ini termasuk habitat alami dari Anaconda. Demi bisa mengabadikan momen-momen spesial bersama Anaconda, ia memberanikan diri untuk menyelam di sungai yang keruh. Aksi tersebut sangatlah berbahaya, mengingat Anaconda bukan ular yang berukuran kecil. Dia bisa saja menyerang dan melilit mangsanya dengan mudah. berikut fotonya :



Tanpa pikir panjang, penyelam profesional berusia 53 tahun itu menyusuri kedalam air yang sangat keruh. Hanya dipersenjatai kamera air, Franco berhasil menemukan seekor Anaconda raksasa, yang telah lama dicarinya. Penyelaman itu dilakukannya selama 10 hari. Sama sekali tak ada rasa takut ketika berdekatan dengan Anaconda seukuran 8 meter. Sebaliknya, Franco malah semakin mendekat ke arah ular raksasa tersebut. Beberapa foto yang berhasil diabadikannya menunjukkan momen-momen istimewa seperti seekor Anaconda raksasa yang sedang berjemur di tepi sungai.





"Segalanya mungkin terjadi. Tetapi, saya tidak berpikir bahwa ia (Anaconda) akan memakan manusia. Saya sangat dekat dengannya dan bahkan bisa menyentuhnya jika ingin," Franco menggambarkan betapa tidak ada rasa takut di dalam dirinya ketika itu, - Sumber Vivanews.

Read more >>

Ditemukan 13 Penumpang Tewas Terapung di Laut

Upaya pencarian terhadap 40 korban perahu terbalik diantara Pulau Goa-Goa dan Tonduk atau sebelah timur pulau Temor Kecamatan Raas, Sumenep, Madura membuahkan hasil. 13 Penumpang tewas berhasil ditemukan dalam keadaan terapung di laut.

Pihak aparat kepolisian bersama warga yang melakukan penyisiran di sekitar dua pulau tersebut. Dalam penyisiran polisi menemukan 14 orang penumpang selamat dan 13 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

"Saya belum tahu identitas dan jenis kelamin yang meninggal itu. Tetapi, tim yang terdiri dari petugas kesehatan dari puskesmas, polisi dan koramil sudah ada di lokasi," kata Ahmad Supandi, Wilayah Kerja (Wilker) Adpel Raas, Kabupaten Sumenep via telepon selulernya, Sabtu (24/9/2011).

Tim tersebut ujar dia, berada di Pulau Tonduk. Sebab, para korban tewas tersebut dievakuasi ke pulau terdekat. "Lokasi penemuan korban tewas itu lebih dekat ke Pulau Tonduk," ujarnya.

Seperti diberitakan, perahu milik Heriyansah warga Pulau Goa-Goa yang diperkirakan berpenumpang 40 orang tenggelam diantara perairan Pulau Goa-Goa dan Pulau Tonduk. Seluruh korban merupakan rombongan usai menghadiri pesta pernikahan kerabatnya di Pulau Tonduk, Raas.


Sumber : Detik.com
Read more >>

Bahaya Telepon : Anak Kelabang Masuk Telinga Lewat Gagang Telepon

Seorang perempuan di China mendapat pelajaran berharga soal kebersihan, khususnya untuk merawat pesawat telepon. Gara-gara jarang dibersihkan, seekor kelabang bersembunyi di gagang telepon dan masuk telinga saat menerima panggilan.


Anak kelabang berukuran 5 cm itu masuk ke telinga Zhu, perimpuan 24 tahun asal Distrik Yangpu di Shanghai saat sedang menerima panggilan telepon dengan telinga kiri. Peristiwanya berlangsung sekitar awal bulan September ini dan sempat membuat panik karena terjadi di sore hari.

Zhu yang saat itu masih berada di kantor baru menyadari ada binatang masuk telinga ketika merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalamnya. Lama kelamaaan gerakan itu membuat telinganya gatal dan sakit, lalu Zhu mulai histeris sambil menangis.

"Cacing, cacing," kata rekan-rekan sekantor Zhu saat menirukan teriakan perempuan muda tersebut. begitu menyadari ada binatang di telinga Zhu, rekan-rekan sekantornya langsung membawa perempuan itu ke rumah sakit. Zhu segera mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat Shanghai Hospital yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kejadian.

Dokter yang bertugas langsung melakukan pemeriksaan dan ikut terkejut ketika melihat sendiri binatang apa yang ada di telinga Zhu. Bintang yang semula dikira cacing itu rupanya seekor anak kelabang, yang ukurannya diperkirakan baru mencapai 5 cm.

Peralatan untuk mengeluarkan anak kelabang itu segera disiapkan, termasuk tang khusus untuk menjangkau lubang telinga Zhu yang sempit itu. Untungnya dokter tak harus menggunakan tang, sebab ketika dikorek dengan pinset si anak kelabang merangkak keluar dengan sendirinya.

Zhu cukup beruntung karena selama berada di dalam telinga, anak kelabang itu tidak menyebabkan kerusakan serius. Namun dokter berpesan, "benda apapun yang masuk ke telinga, harus segera ditangani oleh dokter", karena bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pendengaran.
Read more >>

Video Mesum Pelajar Malang

Dunia pendidikan di Kabupaten Malang kembali tercoreng oleh ulah sepasang pelajar yang melakukan adegan mesum. Video adegan mesum itu diduga diperankan oleh pasangan pelajar SMP dan SMA di Kecamatan Turen.

Dari informasi yang dihimpun, pemeran dalam video berdurasi 19 menit 35 detik itu diduga kuat diperankan oleh P (13), seorang siswi kelas II sebuah SMPw sasta dan teman prianya VD (16), alumni sebuah SMK di Turen.

Sedangkan perekam adegan mesum itu diduga dilakukan oleh teman wanita P dengan menggunakan kamera ponsel, dan diambil dari sebuah ruang kamar.

Adegan terlarang tersebut diawali dengan aksi VD yang masih mengenakan seragam sekolah tengah mencumbu P di atas ranjang. Meski awalnya P yang saat itu mengenakan seragam sekolah tampak malu-malu karena adegan mesumnya direkam, namun keduanya tetap melakukannya tanpa rasa canggung.

Sesekali, dari rekaman tersebut terdengar suara dari perekam yang meminta agar kedua pasangan tersebut agar cepat-cepat melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri.

"Iki bayarane larang, direkam pisan, cepetan," kata perekam dengan suara setengah berteriak.

Sementara, beredarnya video adegan mesum yang diduga diambil saat pesta kelulusan ini tengah dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Read more >>

Pipa Minyak Meledak, 120 Warga Tewas

Lebih dari 100 orang dikabarkan tewas terbakar saat sebuah pipa minyak di Kenya. Jalur pipa tersebut diketahui melewati sebuah pemukiman kumuh di Nairobi.

Polisi mengatakan, sebagian besar korban tewas terbakar dalam kejadian ini. Hingga saat ini pihak berwenang tengah bekerja keras untuk menjinakan api dari pipa minyak tersebut.

Media setempat menyebutkan korban yang sudah dihitung oleh pihak berwenang saat ini sudah mencapai 120 jiwa, tetapi diperkirakan jumlah korban diyakini dapat terus bertambah.

"Semua tampak buruk di lokasi kejadian. Sebagian besar korban terbakar hingga tewas," ungkap deputi juru bicara polisi Kenya Charles Owino seperti dikutip Reuters, Senin (12/9/2011).

"Ada banyak mayat, kami belum selesai menghitungnya," lanjut Owino.

Owini menyatakan, kebakaran disebabkan sebuah tanki bahan bakar yang dimiliki oleh Kenya Pipeline Company bocor ke wilayah pemukiman warga. Bocornya tanki itu membuat warga berebut mengambil bahan bakar yang bocor.

Ternyata, di antara warga ada yang membuang puntung rokok ke aliran bahan bakar yang bocor. Seketika, puntung rokok tersebut memicu terjadi api dan merembet ke pipa minyak yang berada di sekitar pemukiman warga.

Selain menewaskan lebih dari 100 warga, peristiwa ini juga menyebabkan 112 warga dirawat di rumah sakit akibat luka bakar yang mereka alami.

Saat ini petugas pemadam kebakaran disebar ke seluruh lokasi pipa minyak yang terbakar. Ambulans pun terus berdatangan mengangkut korban tewas dan terluka ke rumah sakit terdekat.
Read more >>

Gempa Tasik Tidak Timbulkan Kerusakan di Pangalengan

Gempa dengan kekuatan 4,5 skala richter yang berpusat di 136 Km Barat Daya Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer, dirasakan di kawasan Pangalengan Kabupaten Bandung. Namun hal itu tidak berdampak besar atau menimbulkan kerusakan seperti yang terjadi pada 2009 lalu.

Sejauh ini, pihak kecamatan setempat belum menerima laporan kerusakan rumah atau tempat lainnya. Begitupun dengan korban jiwa, hingga kini nihil.

"Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan kerusakan dari para kepala desa," ujar Camat Pangalengan Agus Suhendar saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (5/9/2011).

Dijelaskannya, gempa terasa di beberapa titik di Pangalengan. Namun ia mengaku belum tahu persis di mana saja gempa bisa dirasakan.

"Yang jelas kalau saya posisinya tadi sedang di Kantor Kecamatan, di situ kerasa lumayan," ucapnya.

Menurutnya, para pegawai di Kantor Kecamatan sempat panik dan berhamburan ke luar kantor. "Tapi tidak lama, cuma beberapa saat, habis itu semuanya kembali masuk ke kantor dan kerja lagi," tandas Agus.
Read more >>

Gempa 7,1 SR Guncang Alaska, Berpotensi Tsunami

Sebuah gempa berkekuatan cukup besar, 7,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kepulauan Alaska. USGS memberi peringatan, gempa ini mampu menimbulkan gelombang tsunami.

Dilansir dari Reuters, Jumat (2/9/2011), pusat gempa ini berada pada kedalaman 35,5 Km. Posisinya berada di 45 Km sebelah Amukta Island, Alaska.

Peringatan gempa ini ditujukan kepada daerah-daerah pesisir Alaska, Alaska Amchitka Pass, Alaska dan Pantai Barat.
Read more >>

Ibu Kota Sumbar, Rawan Gempa

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana dan Bantuan Sosial Andi Arif memprediksi daerah Padang, Sumatera Barat, akan mengalami gempa besar. Untuk itu, pemerintah beserta lembaga terkait sudah melakukan penanganan bencana sejak dini.

"Untuk daerah Sumbar, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah salah satunya pemindahan ibu kota, dan sekarang masih menggagas untuk membangun taman-taman yang tinggi untuk minimalisir korban bencana tsunami," ujar Andi.

Hal itu dikatakan Andi, yang juga Tim Katastropik Purba itu, usai diskusi 'Nusantara, sebuah catatan yang terpenggal' di Museum Bank Mandiri.

Ia mengatakan, pemindahan ibu kota tersebut sudah disampaikan kepada Pemprov Sumbar. Andi juga meminta warga untuk segera memperbaiki sarana tempat tinggal dengan membangun rumah yang berpondasi tahan gempa.

Andi pun menambahkan, pemerintah sudah membangun alat pemantau pergeseran lempeng di 30 titik. Alat tersebut dipasang di seputaran Sumatera dan Selat Sunda.

"Dan itu salah satu pemasangan alat pemantau yang terbaik yang pernah ada di dunia," imbuhnya.
Read more >>

Botol Berisi 'Tuyul' Dilarung di Sungai Gunungsari

Botol yang di dalamnya berisi sosok yang dikabarkan sebagai tuyul ini akhirnya dilarung. Tuyul temuan Gatot warga Desa Laban Kulon, Kecamatan Menganti ini dilarung di Sungai Gunungsari Surabaya.

Sebelum dilempar dan dilarung, botol tersebut diberi pemberat berupa batu. Gatot sengaja mengikat botol itu dengan batu seberat 2 kg agar barang ghaib itu segera tenggelam dan sampai di dasar Sungai Gunungsari.

"Supaya sampai di kedalaman maksimal dan tidak ditemukan orang lain," kata Gatot Suwono (55), warga Desa Laban Kulon nomor 568 RT 13 RW 1 usai melarung, Kamis (18/8/2011).

Gatot menambahkan, jika sudah sampai di dasar sungai, botol itu akan semakin deras mengikuti arus sungai. Hal ini semakin memungkinkan isi botol yang berisi benda yang dikabarkan sebagai tuyul akan mati dan musnah saat terkena air.

Saat melarung botol, Gatot hanya ditemani satu kerabatnya. Ia urung ditemani petugas kepolisian karena takut akan memancing perhatian orang-orang sekitar Sungai Gunungsari. Ia pun nekat membuang botol berisi barang ghaib tersebut tepat di bawah Jembatan Rolak Gunungsari tanpa sepengetahuan orang lain.

"Setelah kami ikat dengan tali dan batu, langsung kami lempar ke dasar sungai. Supaya cepat terlarung dan masyarakat nggak ada yang tahu," terang pria yang dua kali berhasil menangkap tuyul.

Pertama kali ia menangkap tuyul sekitar 4 tahun yang lalu, ia pun langsung melarungkan tuyul itu bersama kendi (wadah dari tanah liat) berisi air. Ia percaya, air dapat memusnahkan sosok yang dikabarkan tuyul tersebut.

Kini saat Gatot menangkap tuyul yang kedua kalinya, ia pun segera inisiatif melarung sosok ghaib tersebut ke Sungai Gunungsari usai diproses di Polsek Menganti.
Read more >>

Kebakaran Pasar Raya Padang Belum Padam, Selama 7 jam berkobar

Hingga pukul 21.30 WIB tim gabungan pemadam kebakaran kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) belum juga berhasil menjinakkan si jago merah yang melalap kawasan pertokoan di Pasar Raya Padang. Proses pemadam api diperkirakan akan berlangsung hingga dini hari nanti.

Kasi Ops Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Basril, mengatakan api cepat menjalar dan membesar karena sebagian besar toko yang dilalap api menyimpan banyak material yang gampang terbakar. Petugas pemadam kebakaran, menurutnya, berusaha keras melokalisir api agar tidak terus meluas dan membakar bangunan toko lainnya.

“Selain toko alat tulis yang menjadi sumber api, toko yang juga ikut terbakar antara lain toko tekstil dan toko sepatu. Hampir seluruh toko yang terbakar merupakan bangunan bertingkat. Hingga kini api masih belum seluruhnya padam,” kata Basril kepada wartawan di lokasi, Minggu, (14/8/2011).

Dikatakan Basriel, sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah kerugian akibat kebakaran yang diduga akibat arus pendek tersebut. Namun, ia memperkirakan kerugian yang dialami pedagang sangat besar karena biasanya pedagang menumpuk barang di toko pada saat menjelang lebaran seperti saat ini.

“Kita mengerahkan 20 unit mobil pemadam kebakaran dan 50 petugas ke lokasi kejadian. Kita juga dibantu sejumlah instansi dan relawan untuk memadamkan api,” kata Basril

Seperti diberitakan, kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan menghanguskan sedikitnya 20 toko hingga Minggu malam. Kawasan pertokoan yang terbakar terletak di depan bekas pusat perbelanjan Matahari.
Read more >>

Gunung Marapi Sumbar Semburkan Abu Vulkanik

Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) menunjukan peningkatan aktivitas. Petugas cukup sulit memantau gunung setinggi 2.891 mdpl ini secara visual karena terhalang kabut.
Pemantauan pun dilakukan juga menggunakan seismograf. Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Bujang,mengatakan, kawasan di sekitar puncak gunung Marapi diselimuti kabut yang relatif tebal setelah menyemburkan 8 kali abu vulkanik pada pagi dan siang tadi.

"Kabut itu membuat kita kesulitan untuk memantau aktivitas gunung secara visual. Kalau seismograf tetap jalan 24 jam sehari. Status Marapi saat ini waspada dan belum dapat memastikan kapan status itu kembali diturunkan," kata Bujang.

Koordinator Pusat Kendali Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumbar Ade Edward, meminta warga yang tinggal di sekitar gunung meningkatkan kewaspadan. Dia meminta agar warga yang berada di luar rumah menggunakan masker.

Muntahan abu vulkanik menyebabkan lahan pertanian warga di sekitar gunung tertutup abu sampai 1 cm. Bila semburan abu berlanjut, tanaman sayur milik petani di kawasan itu terancam busuk.

"Kalau berlanjut, bisa dipastikan tanaman sayur kami akan busuk. Tanaman sayuran sangat rentan rusak kalau kena abu gunung," ujar Sutan Pamenan, warga Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar.

Dikatakan Sutan, berdasarkan pengalaman, tidak hanya menyebabkan busuk, abu vulkanik juga dapat membuat tanaman sayuran seperti tomat dan kol mati. "Jujur saja saat ini kami khawatir sekali. Semoga saja semburannya tidak berlanjut karena bisa membuat kami rugi. Apalagi sekarang sudah bulan puasa dan sebentar lagi akan Lebaran," katanya.

Kawasan kaki Gunung Marapi, lanjut Sutan Pamenan, seperti kawasan Aie Angek, Sungai Pua, Koto Baru, dan Lasi, merupakan sentra sayuran organik yang memasok kebutuhan Sumbar dan Riau.

selain menyelimuti areal di sekitar gunung, abu vulkanik juga menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Padang Pariaman, seperti Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung, Kecamatan Patamuan, dan Kecamatan VII Koto.
Read more >>

SLG : Pria Bunuh Diri di Monumen SLG Kediri ??? Cekidot . .

Masyarakat di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri digegerkan dengan temuan mayat seorang pria berusia sekitar 30 tahun yang telungkup dengan obat serangga di sampingnya. Korban diduga sengaja bunuh diri.

Saksi adalah Suwandi (39), pengguna jalan asal Desa Langenharjo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Dia sempat menghampiri dan memastikan kondisi korban. Ternyata memang sudah meninggal dunia.

Saksi memberitahu pengguna jalan lainnya. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Sub Polsek Ngasem, Kabupaten Kediri, yang berada di sekitar SLG.

Polisi mendatangi lokasi. Saat melakukan penyelidikan, petugas menemukan sebotol minumal bir hitam, obat hama dan dua botol minuman berenergi, serta sabu dan pasta gigi.

Ciri-ciri mayat adalah, berambut pendek, menggunakan sweter warna hijau, bercelana pendek warga biru, dan mengendarai sepeda pancal.

Kepala Sub Polsek Ngasem Iptu Sokib mengatakan, korban tewas diduga karena bunuh diri. Untuk memastikan penyebab kematiannya, pihaknya membawa korban ke rumah sakit untuk dioutopsi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Bayu Prabowo Nurcahyo, salah seorang petugas Satpol PP Kabupaten Kediri yang berjaga di kawasan SLG, sempat melihat korban muntah-muntah.
Read more >>

Pengungsi Gunung Lokon Mencapai 5.210 Orang

Gunung Lokon yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara, masih terus mengeluarkan letusan serta abu vulkanik. Hingga saat ini, jumlah pengungsi sudah mencapai 5.210 jiwa.

"Pengungsi berjumlah 5.210 jiwa tersebar di 24 lokasi dan relokasi berjalan dengan baik didukung masyarakat," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Senin (18/7/2011) malam.

Pantauan visual terhadap gunung tersebut memang masih ada letusan, asap serta abu vulkanik. Namun jumlahnya sudah jauh menurun dan diharapkan bakal terus mengecil.
"Jadi belum stabil dan dari Vulkanologi status masih tetap awas," jelasnya.

Pihaknya sudah memberikan bantuan logistik, peralatan, dana serta tenaga ahli untuk membantu penanganan warga. Tanggap darurat di wilayah ini juga bakal diperpanjang hingga 24 Juli mendatang.

BNPB sendiri bersyukur karena baik Pemda setempat serta masyarakat bahu-membahu untuk membantu pengungsi. Karena letusan Gunung Lokon sudah sangat sering terjadi, peristiwa ini tidak terlalu membuat panik warga.

"Kejadian Gunung Merapi menjadi pelajaran penting kami dan warga sekitar Gunung Lokon," tutupnya.
Read more >>

Gunung Lokon Belum Pernah Timbulkan Korban Jiwa

Letusan dari Gunung Lokon yang berlokasi di Tomohon, Sulawesi Utara belum pernah menimbulkan korban jiwa. Gunung ini pun terbilang aktif meletus sejak tahun 1815 silam.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sejak tahun 1815 lalu hingga saat ini, sudah tak terhitung berapa kali gunung ini meletus. Namun, letusan maupun aktivitas gunung ini belum pernah menimbulkan korban jiwa.

"Aktivitas gunung ini palingan hanya mengakibatkan kerusakan persawahan serta kerusakan tempat tinggal," ujar Sutopo , Senin (18/7/2011) malam.

Warga di sekitar gunung pun sebenarnya cukup senang dengan aktivitas gunung Lokon. Gunung ini jadi tidak punya waktu untuk menyimpan energi letusan yang cukup besar, energi yang ada terus terbuang secara berkala.

"Selain itu, bahan material gunung bisa menyuburkan tanah mereka," lanjutnya.

Pantauan BNPB, masyarakat sekitar juga sudah terbilang sadar bencana. Hal yang sama juga untuk Pemda setempat. "Mereka sudah paham, apalagi mereka dapat pengetahuan dari aktivitas Gunung Merapi," imbuhnya.

Dalam setiap bencana letusan gunung, BNPB menerapkan 3 prosedur. Yang pertama, bagaiamana menjauhkan masyarakat dari bahaya, lalu menjauhkan bahaya dari masyarakat. Maksudnya adalah kesiapan pemerintah dalam melakukan early warning.

"Yang terakhir adalah hidup harmoni dengan bencana," tandasnya.
Read more >>

Ada 7 Bukit Emas Ditemukan di Malang ??

Sekelompok pecinta alam di Malang, Jawa Timur, mengklaim telah menemukan tujuh bukit yang mengandung emas dan uranium. Dari contoh yang dibawa, secara mikroskopik batuan tersebut memang mengandung emas dan uranium.

Jika terbukti temuannya mengandung emas dan uranium, kelompok pencinta alam ini akan menyerahkan pengelolaannya ke pemerintah agar hasilnya digunakan membayar utang negara.

Kisah penemuan bukit emas ini berawal ketika tim pecinta alam tersesat saat berburu babi hutan di kawasan hutan di Malang, yang masih dirahasiakan lokasinya. Indra Aswan dan rekan-rekannya kemudian menemukan perbukitan yang di dalamnya mengandung emas, uranium, serta bahan tambang lainnya.

Untuk menyakinkan temuannya, Indra lantas membawa contoh bebatuan yang ditemukannya ke ahli pertambangan di Jakarta. Dari penelitian yang dilakukan dengan mikroskop, dipastikan batu-batu ini memang mengandung emas, tembaga, perak, bahkan uranium.

Dikonfirmasi melalui telepon, advisor PT Aneka Tambang di Jakarta, Wirasari Agung, membenarkan bahwa batu-batu yang dibawa Indra ke kantornya secara mikroskopik mengandung emas dan uranium. Namun dirinya masih melalukan uji laboratorium lebih lanjut.

Menurut Indra, sedikitnya ada tujuh perbukitan seluas 25 kilometer persegi yang ditemukannya mengandung bahan-bahan tambang ini. Bila bukit emas yang ditemukannya positif mengandung emas, dirinya akan menyerahkan ke Presiden SBY.
Read more >>

Terjadi Gempa 5,3 SR di Sukabumi, Jawa Barat

Gempa berkekuatan 5,3 skala richter (SR) menggoyang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Pusat gempa berada di 76 Km Barat Daya Sukabumi atau 126 Km Barat Daya Jakarta.

Berdasarkan informasi dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Minggu (17/7/2011) pukul 17.59 WIB.

Koordinat gempa tercatat berada di 7.16 Lintang Selatan - 106.27 Bujur Timur. Sementara pusat gempa berada di kedalaman 59 Km dari permukaan laut.

BMKG mencatat gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa akibat gempa ini.
Read more >>

Nekad Nyetir Mobil, Gadis 12 Tahun Tabrak Tiang Listrik

Entah apa yang ada dipikiran seorang gadis berusia 12 tahun di Ontario, Kanada. Gadis kecil tersebut nekad mencuri dan membawa mobil milik orang tuanya untuk berjalan-jalan bersama temannya.
Polisi mengatakan kalau gadis 12 tahun itu nekad membawa mobil pikap milik keluarganya untuk berjalan-jalan. Mobil tersebut diisi oleh 10 orang penumpang yang umurnya sama-sama muda yakni tiga orang berumur 10 tahun, tiga orang berumur 13 tahun, tiga orang berumur 14 tahun dan seorang remaja berumur 21 tahun.

Tak anyal, entah karena kurangnya pengalaman atau ramainya suasana karena begitu banyaknya penumpang, si gadis pun mengalami kecelakaan di Pikangikum, Ontario.

Mobil sang gadis menurut polisi akhirnya menabrak sebuah tiang listrik dan membuat tiang itu rubuh.

Namun ketika polisi tengah membantu menarik mobilnya, pengemudi muda itu melarikan diri. Mungkin karena ketakutan. Tapi mengingat usia sang pengemudi masih sangatlah muda, para polisi memilih untuk tidak mengejarnya.
Read more >>

Belum Tentu Meteor , Benda Bercahaya yang Melintas di Langit Bekasi

Seorang warga Jakarta melihat benda misterius bercahaya yang melintas di langit. Diduga benda tersebut bukan benda luar angkasa seperti meteor atau komet

"Sampai saat ini saya belum dapat laporan. Namun kalau dilihat dari luas areanya itu objek rendah, bukan benda dari luar angkasa," kata profesor riset bidang astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Kamis (14/7/2011).

Menurut Djamaluddin, benda luar angkasa seperti komet dan meteor memiliki jarak sangat tinggi dari bumi sehingga akan terlihat sangat kecil. Ketinggian benda luar angkasa menentukan seberapa jauh radius benda tersebut terlihat.

"Ketika ada benda terang di langit dilihat beberapa orang, kalau jaraknya dekat maka objek itu objek yang rendah. Kalau lebih luas lagi, dan semakin luas laporan objek langit tersebut berarti objek itu semakin tinggi, bisa saja itu benda luar," jelasnya.

Djamaluddin meragukan benda bercahaya yang melintas di langit Jakarta dan Bekasi adalah sejenis komet atau meteor. Sebab benda luar angkasa harusnya bisa dilihat dalam radius yang luas karena objeknya tinggi.

"Kalau benda luar itu jaraknya ratusan kilometer dan biasanya antar negara bisa terlihat. Kalau hanya di Jakarta dan Bekasi ya berarti objek bendanya rendah," imbuhnya.

Djamaluddin menegaskan, benda dengan objek rendah sering diasumsikan benda luar angkasa. "Kalau radius persebarannya hanya di antar kota, saya kira bukan (benda luar angkasa). Saya pernah berapa kali mendapat laporan ternyata setelah dikonfirmasi itu hanya seperti pesawat remote yang meluncur malam-malam, terus ada juga layang-layang, atau saya melihat sendiri lampion yang diterbangkan karena terbawa angin, kemudian lihat bergerak," sambungnya.

Salah satu pembaca detikcom, Hermanto, Warga Cikarang, Bekasi, mengisahkan, melihat benda menyerupai bintang berekor. Benda itu terlihat jelas sekitar pukul 18.00 WIB. "Ukurannya seperti genggaman tangan orang dewasa," katanya saat dihubungi detikcom.
Read more >>

Cahaya Misterius Nampak Di Pantai Jimbaran Bali

Setelah menampakan diri di Jakarta dan sekitarnya, cahaya misterius juga terlihat di Bali. Segaris cahaya berwarna orange ini melintas tepat di atas Pantai Jimbaran.

Salah seorang saksi mata pemandangan itu adalah Aswin, dy melihat pemandangan aneh itu Kamis (14/7/2011) sekitar pukul 17.22 WITA. Aswin menyaksikan cahaya itu bergerak cukup lambat.

"Gerakannya lambat. Terlihat hampir 5 menit." ungkapnya.

Aswin mengaku tidak dapat menggambarkan secara detail bentuk cahaya itu. Cahaya hanya tampak panjang dan menghilang begitu saja dari pandangan mata.

Pemandangan serupa juga terlihat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Cahaya dengan warna sama menampakan diri pukul 17.45 WIB. "Terlihat sekitar 2 menit," kata Setyo.

Sebelumnya cahaya misterius itu juga nampak di perumahan Cikarang Grand City, Bekasi. Di kawasan Kuningan dan Pancoran, Jakarta Selatan warna cahaya itu tampak merah menyala.
Read more >>