Sekjen ASEAN Puji Upaya RI Bantu Atasi Konflik Thailand-Kamboja

Jakarta - Pemerintah RI mencoba memediasi sengketa perbatasan yang terjadi antara Thailand dan Kamboja di sela-sela KTT ke-18 ASEAN. Sekjen ASEAN memuji langkah Indonesia ini.

"Saya rasa Indonesia telah melakukan hal yang benar dengan akan menggelar dua pertemuan untuk mencapai kesepakatan," kata Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.

Hal itu disampaikan dia saat rehat pertemuan menteri-menteri ekonomi tingkat ASEAN di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (6/5/2011).

Menurut Pitsuwan, mediasi yang dilakukan Indonesia merupakan usaha pertama ASEAN untuk membantu penyelesaian sengketa antara Kamboja-Thailand. Sebelumnya, upaya-upaya seperti itu tidak pernah ada.

"Poin utamanya adalah bahwa ini usaha pertama ASEAN untuk membantu negara-negara anggotanya untuk merekonsiliasikan perbedaan itu," imbuhnya.

Pitsuwan berharap kesepakatan akhir bisa dicapai dan diterapkan. "Kita segera mempunyai instrumen itu," ucapnya.

Rabu (04/05/2011) lalu, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengungkapkan, Thailand dan Kamboja telah meminta pertemuan secara terpisah dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan tersebut untuk mencari solusi konflik yang hingga kini telah memakan korban jiwa.

"Saya tahu ada permintaan pertemuan bilateral Thailand kepada Presiden RI, Kamboja dengan Presiden RI. Saya tidak bicara adanya pertemuan trilateral," ungkap Marty.

Tidak ada komentar: